Sumedang -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat Sumedang untuk bangga dengan apa yang dimiliki saat ini.
Baca juga: Perkuat Integritas Pemasyarakatan, Lapas Perempuan Jakarta Gelar Ikrar Bersih dari Narkoba, Handphone Ilegal, dan PenipuanSumedang memiliki sejarah panjang, berawal dari Kerajaan Tembong Agung yang didirikan oleh Prabu Aji Putih, kemudian berubah menjadi Kerajaan Sumedang Larang di bawah Prabu Tadjimalela. Kerajaan ini dikenal sebagai penerus sah kejayaan Kerajaan Pajajaran yang terakhir.
Baca juga: Akses Warga Kembali Lancar, Jembatan Armco di Desa Batu Lokong, Kec. Galang RampungSumedang juga memiliki seni spiritual yang mampu membangun manusia yang memahami dirinya sendiri.
Baca juga: Kelurahan Terjun Bersama Babinkamtibmas dan Ormas Meminimalisir Aksi Kejahatan Melalui Patroli Perdana"Orang Sumedang menciptakan tahu maka lahir tahu Sumedang, menciptakan Cilembu menghasilkan ubi Cilembu," kata KDM, sapaan Dedi Mulyadi, dalam acara Ekosistem Budaya Kasumedangan Dalam Rangka Hari Jadi ke-448 Sumedang, di depan Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Jumat (24/4/2026).KDM juga mengajak masyarakat Sumedang untuk menaikkan derajat dengan tidak mengandalkan dari pemberian orang lain.
Baca juga: Jan Samuel Maringka Dikukuhkan Jadi Ketum AAAFI, Advokat dan Akuntan Forensik Bersatu Perkuat Penegakan Hukum "Orang Sumedang bukan yang suka minta-minta, tetapi masyarakat yang memiliki martabat, harkat, dan diri," imbuh KDM.Ia juga mengharapkan pemimpin di Sumedang memberikan keadilan, menyayangi rakyatnya yang susah."Pemimpin jangan memilah-milah, pemimpin harus adil, menggunakan rasa, dan intuisi, kuat," ujarnya.KDM juga mengajak kepada seluruh masyarakat Sumedang untuk melakukan perubahan jika menghendaki pemimpin yang adil dan rakyatnya Sumedang disegani."Kita jangan menjadi bangsa yang minta-minta, tetapi rakyat yang memiliki kepemimpinan, kepribadian dan sikap satria," tegas KDM.Disisi lain, KDM juga mengajak seluruh masyarakat Sumedang, mulai dari pemimpinnya hingga rakyatnya bangga dan mempromosikan apa yang dimiliki kepada masyarakat diluar Sumedang."Bangun 'branding' yang baik-baik, promosikan alamnya yang indah-indah, gunungnya, sawahnya. Sampaikan bahwa Sumedang bagus. Ditata dan diperbaiki. Diurus jalannya, bersihkan sampahnya," pungkas KDM.(Nr)
Bagikan: